Wahai Muslimah, Mahkota itu Bernama Qana’ah

ratu dunia ^^

Wanita, makhluk yang sangat identik dengan keindahan. Dia indah dan menyukai keindahan. Oleh karenanya, tidak dapat dipungkiri, semua wanita menyukai perhiasan. Cincin, kalung, gelang, bahkan mahkota. Lalu, dimanakah muslimah mendapatkannya?? Maka, inilah mahkota itu..

Banyak orang mengatakan bahwa wanita itu sangat mudah tergoda dengan harta. Jika bagi seorang lelaki, fitnah terbesarnya adalah wanita, maka wanita, fitnah terbesarnya adalah harta. Tak jarang kita mendengar, seorang istri meninggalkan suaminya dan berpaling dengan lelaki lain yang jauh lebih mapan dengannya. Pernah terjadi, seorang wanita menggadaikan agamanya demi menikah dengan dambaannya yang kaya raya. Sungguh, ini musibah terbesar!!!

Mengapa ini bisa terjadi?

Ini terjadi karena lemahnya iman, karena salah dalam mendefinisikan harta yang sesungguhnya.

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَقُولُ الْعَبْدُ مَالِى مَالِى إِنَّمَا لَهُ مِنْ مَالِهِ ثَلاَثٌ مَا أَكَلَ فَأَفْنَى أَوْ لَبِسَ فَأَبْلَى أَوْ أَعْطَى فَاقْتَنَى وَمَا سِوَى ذَلِكَ فَهُوَ ذَاهِبٌ وَتَارِكُهُ لِلنَّاسِ

Hamba berkata, “Harta-hartaku.” Bukankah hartanya itu hanyalah tiga: yang ia makan dan akan sirna, yang ia kenakan dan akan usang, yang ia beri yang sebenarnya harta yang ia kumpulkan. Harta selain itu akan sirna dan diberi pada orang-orang yang ia tinggalkan.” (HR. Muslim no. 2959) [1]

Tentang sikap qana’ah, Ibnu Qudamah dalam Minhajul Qashidin menyampaikan hadits dalam Shahih Muslim dan yang lainnya, dari Amr bin Al-Ash Radhiyallahu ‘Anhu, RasulullahShallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

قَدْ أفْلَحَ مَنْ أسْلَمَ وَرُزِقُ كَفَا فًا، وَ قَنَّعَهُ اللهُ بِمَا آتَاهُ

“Beruntunglah orang yang memasrahkan diri, dilimpahi rizki yang sekedar mencukupi dan diberi kepuasan oleh Allah terhadap apa yang diberikan kepadanya.” (Diriwayatkan Muslim, At-Tirmidzi, Ahmad dan Al-Baghawy) [2]

Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan,

لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلَكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ

Kekayaan tidaklah diukur dengan banyaknya harta, namun kekayaan yang hakiki adalah kekayaan hati.” (HR. Bukhari dan Muslim; dari Abu Hurairah) [3]

dan juga,

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ

Beruntunglah orang yang berislam, dikaruniai rezeki yang cukup, dan dia dijadikan menerima apa pun yang dikaruniakan Allah (kepadanya).” (HR. Muslim; dari Abdullah bin ‘Amr) [3]

Ini dia, orang terkaya menurut Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِي سِرْبِهِ، مُعَافًى فِي جَسَدِهِ، عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ، فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

Barangsiapa yang melewati harinya dengan perasaan aman dalam rumahnya, sehat badannya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan-akan ia telah memiliki dunia seisinya.” (HR. Tirmidzi; dinilai hasan oleh Al-Albani) [3]

Ingatlah janji Allah Ta’ala bahwasanya rezeki kita telah dijamin oleh-Nya,

وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللّهِ رِزْقُهَا

Tidak ada satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin rezekinya oleh Allah.” (QS. Hud:6) [3]

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga menasihatkan,

إِنَّ أَحَدَكُمْ لَنْ يَمُوْتَ حَتَّى يَسْتَكْمِلَ رِزْقَهُ، فَلاَ تَسْتَبْطِئُوا الرِّزْقَ، وَاتَّقُوا اللهَ أَيُّهَا النَّاس، وَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ، خُذُوْا مَا حَلَّ وَدَعُوْا مَا حَرُمَ

Sesungguhnya, seseorang di antara kalian tidak akan mati kecuali setelah dia mendapatkan seluruh rezeki (yang Allah takdirkan untuknya) secara sempurna. Maka, janganlah kalian bersikap tidak sabaran dalam menanti rezeki.  Bertakwalah kepada Allah, wahai manusia! Carilah rezeki secara proporsional, ambillah yang halal dan tinggalkan yang haram.” (HR. Al-Hakim; dari Jabir; dinilai sahih oleh Al-Albani) [3]

Mahkota identik dengan kekuasaan, sedangkan kekuasaan itu identik dengan raja/ratu. Mari kita simak ungkapan Imam Syafi’i berikut,

Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata, “Jika engkau memiliki hati yang selalu qana’ah, maka sesungguhnya engkau sama seperti raja dunia.”

Wahai muslimah, apa yang kau tunggu.. Bersegeralah..

Mahkota itu bernama qanaah.. Maka.. dapatkanlah…

Sumber :

[1] http://rumaysho.com/2138-saling-berbangga-dengan-harta.html

[2] http://muslimah.or.id/47-kemuliaan-qanaah.html

[3] http://muslim.or.id/6286-orang-yang-paling-kaya.html

Share this:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *