Agar Orang Tuamu Semangat Menuntut Ilmu (Bagian 6) Selesai

Maintenance:
(Lingkungan sekitar orang tua kita -internal- dan masyarakat sekitar -eksternal-)

Point terakhir ini sebenarnya adalah point tambahan yang penulis simpulkan dari beberapa pengalaman. Namun tetap, dua point utama yang telah disebutkan sebelumnya memiliki pengaruh paling besar, yaitu:
1. Akhlaq
2. Building communication.

Maintenance, akan terasa penting bagi kalian yang mungkin gak setiap hari bisa bertemu dengan orang tua mu. Bisa jadi kerena beberapa kesibukan semisal kerja atau kuliah. Otomatis waktu untuk berkomunikasi secara langsung dengan orang tua sangatlah sedikit.

Apa saja yang harus selalu di-maintenance? Ya, tidak usah jauh-jauh, dua point utama diatas yang harus senantiasa di jaga kualitasnya: Akhlaq dan Komunikasi. Jika kedua point ini tidak terpelihara dengan baik maka apa yang telah kita usahakan sebelumnya menjadi kurang maksimal. Karena jika jarang bertemu dengan orang tua, tentu akan berefek pada kualitas hubungan kita dengan orang tua yang tidak sedekat saat bertemu langsung.

Hal-hal sederhana yang mungkin bisa dijadikan inspirasi pada point pembahasan ini, dalam rangka menjalin hubungan baik dengan orang tua dan tetap berkakhlaq baik pada mereka adalah

1. Sering-sering buat planning olahraga bareng orang tua khususnya ayah. Atau planning apapun yang biasa orang tua rutin laksanakan. Contoh lain misalnya planning membuat kue atau masak bareng ibu yang biasa dilakukan oleh anak-anak perempuan. Ingat ini baru planning…! Eksekusinya entah kapan, tapi setidak-tidaknya ada ikatan janji antara seorang anak dengan orang tua yang harus ditepati. Fokus utama nya bukan di olahraga, masak bareng, atau apapun itu. Tapi yang menjadi sorotan utama adalah proses membuat planning, menunggu dalam masa penantian, dan eksekusinya. Oleh karena itu rule of thumb yang bisa dijadikan contoh sederhana seperti ini:

Misal, hari ini tanggal 18 Januari. Ada rencana bertemu orang tua 3 minggu kedepan. Kalian bisa membuat janji dengan orang tua untuk melakukan suatu kegiatan mulai hari ini. Dua minggu kedepan kalian gunakan untuk terus mengingatkan kedua orang tua dan terus follow up mereka tentang rencana yang akan kalian lakukan bersama orang tua nanti. Pada minggu ketiga adalah eksekusi rencana tersebut. Jika sudah bertemu di waktu yang pas pada momen-momen yang sudah direncanakan dari jauh-jauh hari, maka disaat-saat seperti itulah waktu mengakrabkan diri dengan kedua orang tua menjadi maksimal. Pesan-pesan apapun, apalagi disisipkan dakwah akan terasa dan berefek cukup dalam.

• Saat membuat Planning awal: Ikatan emosi terbentuk.
• Saat menunggu dan follow up: Hubungan emosi terus terbangun hingga pada titik maksimal, jangan terlalu cepat dan jangan terlalu lama dalam membuat jeda waktu. Waktu dua minggu biasanya adalah waktu yang cukup untuk membuat akumulasi rasa rindu dan rasa penasaran dalam hubungan antara sesama manusia hingga berada pada titik puncaknya.
• Saat eksekusi: Akumulasi tersebut semuanya tertumpah ruah. Oleh karena itu momen ini harus segera dimanfaatkan oleh kalian untuk berkomunikasi baik dengan orang tua apapun itu. InsyaaAllah akan jauh lebih mudah.

2. Jangan malu-malu dan sungkan untuk mengucapkan doa by Phone, SMS, Whatsapp atau media komunikasi lainnya yang biasa digunakan oleh kalian kepada orang tua. Jika kita sangat mudah mengucapkan “Barakallahufik” secara langsung atau melalui pesan-pesan singkat kepada teman-teman kita, lantas mengapa tidak kamu lakukan juga kepada orang tua mu??!

Mungkin diawal-awal, it’s an awkward moment. Tapi jika sudah terbiasa rasanya itu nikmaaaatt sekali… Pahami maknanya sebelum engkau ucapkan/berikan kepada orang tuamu.

Mereka (kedua orang tuamu) jauh lebih berhak mendapatkan ucapan semisal,
Jazaakallahukhairan atau Jazaakillahukhairan umi/abi…

Siapa orang yang paling berpengaruh selama hidupmu dan paling engkau inginkan Allah ﷻ memberikan kebaikan yang banyak kepadanya? Tidak lain, kecuali Orang tua mu bukan?! Semoga lisan dan tangan kita diberi kemudahan untuk mengucapakan doa yang begitu indah secara langsung kepada orang tua kita…

Barakallahufik atau Syafakallahu atau Syafakillahu…
Sesekali tulislah dengan bahasa arab sekaligus dengan harakat jelasnya, disana kalian bisa mengenalkan indah nya bahasa arab kepada orang tua mu. Sekali lagi, mungkin diawal-awal, it’s an awkward moment tapi apa salahnya untuk dicoba?

Coba bayangkan, kalian mendapatkan balasan yang serupa langsung dari orang tua mu.
Barakallahufik ya nak atau Jazaakallahukhairan ya nak…
Senang? Mau? Tentu rasanya akan jauh beda ketimbang yang balas atau yang mengucapkan itu datang dari sahabat-sahabat mu, gak percaya? Silahkan dicoba sendiri dan rasakan sensasi tersebut…

3. Jika kalian memiliki keluangan rezeki, dekatkan sarana-sarana yang bisa memudahkan orang tua kita untuk belajar agama. Misal buku-buku, rekaman-rekaman, atau tontonan-tontonan yang bermanfaat. Kalian bisa berlangganan majalah-majalah Islami yang bisa kalian beli lantas diantar kerumah orang tua secara rutin tiap bulan. Kalian juga bisa ganti saluran-saluran televisi dengan channel-channel tv islami yang jauh lebih bermanfaat. Dan masih banyak caranya…

4. Kenalkan orang-orang yang sudah ngaji kepada kedua orang tua kita secara langsung. Hal ini sangat bermanfaat bagi kedua orang tua terlebih lagi jika kita tidak bisa 24 jam bersama orang tua. Disini lah skill komunakasi dan luasnya relasi ikut berperan. Salah satu metode yang cukup baik adalah dengan mencari teman-teman baik dari kedua orang tua yang kebetulan sudah ngaji. Posisi kan diri kalian sebagai perantara antara orang-orang tersebut dengan ayah atau ibu kita. Kedepannya kalian akan dengan mudah mengetahui perkembangan ayah dan ibu kita dalam belajar melalui orang-orang tersebut ketika kita tidak berada di sisi mereka.

Penulis sadar bahwa terkadang orang ketiga, keempat, kelima itu diperlukan untuk mendapatkan hasil yang optimal untuk kebaikan kedua orang tua kita. Lambat laun seorang ayah akan mengerti mengapa jenggot itu dibiarkan tumbuh tidak di potong, celana melebihi mata kaki tidak diperkenankan, dan hal-hal lain yang pada awalnya aneh dimatanya. Juga begitu dengan seorang ibu, saat seorang ibu punya teman perempuan yang bercadar atau berjilbab lebar hati kita akan jauh lebih tenang dan senang. Terlebih lagi orang-orang yang dekat dengan kedua orang tua saat anaknya tidak bisa dekat dengan mereka adalah orang-orang yang berilmu dari kalangan ustadz atau ustadzah tentu akan jauh lebih baik lagi. InsyaaAllah

Demikianlah, serial tulisan kali ini, semoga yang sedikit ini bisa bermanfaat. Banyak sekali yang ingin dibagikan, mengingat satu dan lain hal penulis hanya menyampaikan sedikit saja. Semoga menginspirasi teman-teman sekalian. Karena Ayah dan Ibu kita itu lebih berhak kita berikan perhatian lebih dibanding orang lain. Jika orang tua mu sudah tiada, jangan lah bersedih hati. karena engkau masih bisa menjadi anak yang shaleh/shalehah.

Semoga syurga mempertemukan kalian kelak di akhirat nanti bersama kedua orang tuamu. Jika orang tua mu masih hidup dan sehat. Maka jangan sia-siakan kesempatan emas yang ada dihadapan matamu sediri. Ikhtiar dan doa jangan pernah putus. Biarlah rangkaian waktu yang akan menjawab usaha dan doa mu kepada Allah. Yakinlah janji Allah dan berprasangka baik lah pada-Nya. Pada akhirnya kita semua akan menunggu giliran untuk menghadap kembali kepada-Nya. Tapi bukankah aku dan kalian menginginkan usaha yang maksimal untuk menyelamatkan aqidah orang-orang yang kita cintai?

…يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ ناراً

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…..

Untukmu yang orang tuanya masih belum ngaji, semoga suatu saat nanti kelak bisa merasakan nikmatnya menuntut ilmu bersama dengan mereka. Mintalah istiqomah diatas jalan yang haq ini kepada Allah ﷻ. Barangkali maut menjemput kita entah kapan dan dimana… tidak ada yang tahu.

Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

-selesai-

Depok, 1 Ramadhan 1436 H
Saudaramu,
Deni Setiawan (Semoga Allah senantiasa mengampuni dosanya dan dosa kedua orang tuanya)

Link Terkait:

Agar Orang Tuamu Semangat Menuntut Ilmu (Bagian 1)
Agar Orang Tuamu Semangat Menuntut Ilmu (Bagian 2)
Agar Orang Tuamu Semangat Menuntut Ilmu (Bagian 3)

Agar Orang Tuamu Semangat Menuntut Ilmu (Bagian 4)
Agar Orang Tuamu Semangat Menuntut Ilmu (Bagian 5)

Share this:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *