Safar ke Negeri Pencela Sahabat Rasulullah

PERTANYAAN

Bagaimana hukum berkunjung dan tinggal di sebuah negara yang terkenal gemar sekali mencela sahabat Rasulullah dengan tujuan bekerja atau belajar?

JAWABAN

Segala pujian hanya milik Allah. Apabila orang tersebut mempunyai bekal ilmu, penuntut ilmu yang kuat hujjahnya, perjalanan yang ia lakukan darurat karena bekerja atau selainnya, berdiri tegar di atas kebenaran, bersemangat dalam menyebarkan sunnah dan membantah ahlul bid’ah, maka untuk orang yang seperti ini tidak mengapa. Hendaklah ia bersabar terhadap apa yang menimpanya dalam perjuangannya di jalan Allah.

Dalil hal ini di antaranya adalah wasiat Luqman kepada anaknya yang di abadikan dalam Al Qur’an dan Allah memujinya :

يَا بُنَيَّ أَقِمِ الصَّلاةَ وَأْمُرْ بِالْمَعْرُوفِ وَانْهَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاصْبِرْ عَلَى مَا أَصَابَكَ إِنَّ ذَلِكَ مِنْ عَزْمِ الأمُورِ

“Wahai anakku! Laksanakanlah shalat dan suruhlah (manusia) berbuat yang ma’ruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting”

(Luqman : 17)

Adapun jika orang yang ke negeri kafir tersebut termasuk kebanyakan kaum muslimin (bukan ahli ilmu atau memiliki kriteria yang telah disebutkan -pent-) maka haram baginya safar seperti ini. Karena di hari-harinya kelak ia akan mendengar dan menyaksikan banyak sekali kekufuran.

Wallahul muwaafiq

Diterjemahkan dari : http://islamqa.info/ar/229595

Share this:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *