Hadist : Allah Menunda Doa Orang Mukmin dan Menyegerakan Doa Orang Kafir

PERTANYAAN

BismiLlaah.. Assalamu’alaikum.
afwan, ana cuma mau tanya soal kedudukan hadits dibawah ini:

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, bersabda :
“Sesungguhnya Jibril diberi tugas untuk mengurus segala keperluan anak Adam. Jika seorang hamba yang kafir berdo’a, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman kepada Jibril,
“Hai Jibril, tunaikan keperluannya. Sesungguhnya Aku tidak suka mendengar permintaannya.”
Dan jika seorang hamba yang mukmin berdo’a, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman kepada Jibril,
“Hai Jibril, jangan kau tunaikan dulu keperluannya, sebab Aku senang mendengar permohonannya.”

(HR. Ibnu An-Najjar, dari Jabir radhiyallahu ‘anhu)

Barusan lewat beranda FB ana dr postingan salah 1 teman..
Ana baru pertama kali membaca hadits ini..
Jadi mohon bantuannya, apakah hadits tsb shahih..

JAWABAN

Wa’alaikumussalam warahmatullah wabaraktuh

Hadist yang dimaksud adalah hadist yang diriwayatkan dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama bersabda :

إن جبريل مُوكَلٌ بحاجات العباد، فإذا دعاه عبده المؤمن، قال له: يا جبريل، احبس حاجة عبدي هذا فإني أحبه وأحب صوته، وإذا دعاه الكافر قال: يا جبريل اقض حاجة عبدي هذا فإني أبغضه وأبغض صوته

“Sesungguhnya Jibril diberi tugas untuk mengurus segala keperluan anak Adam. Jika seorang hamba yang kafir berdo’a, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman kepada Jibril,
“Hai Jibril, tunaikan keperluannya. Sesungguhnya Aku tidak suka mendengar permintaannya.”
Dan jika seorang hamba yang mukmin berdo’a, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman kepada Jibril,
“Hai Jibril, jangan kau tunaikan dulu keperluannya, sebab Aku senang mendengar permohonannya.”

Hadist ini diriwayatkan dalam beberapa kitab hadist, diantaranya :

1. Diriwayatkan oleh Al Harist bin Abi Usamah dalam Musnadnya (2/966 – Bughyatul Baahits, hadist nomor 1068), Al Baihaqy dalam Syu’abul Iman (7/211, hadist nomor 10034), Ash Shabuny dalam Ad Darul Mantsur (1/227).

Dari jalan Hasan bin Qutaybah, meriwayatkan kepada kami (Hasan) Yazid bin Ibrahim, dari Abuz Zubair, dari Jabir, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama bersabda :

إن جبريل مُوكَلٌ بحاجات العباد، فإذا دعاه عبده المؤمن، قال له: يا جبريل، احبس حاجة عبدي هذا فإني أحبه وأحب صوته، وإذا دعاه الكافر قال: يا جبريل اقض حاجة عبدي هذا فإني أبغضه وأبغض صوته

“Sesungguhnya Jibril diberi tugas untuk mengurus segala keperluan anak Adam. Jika seorang hamba yang mukmin berdo’a, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman kepada Jibril :

“Hai Jibril, jangan kau tunaikan dulu keperluannya, sebab Aku senang mendengar permohonannya dan suka kepada suaranya”

Dan jika seorang hamba yang kafir berdo’a, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman kepada Jibril,

“Hai Jibril, tunaikan keperluannya. Sesungguhnya Aku tidak suka mendengar permintaannya dan benci mendengar suaranya”

Sanad hadist ini dha’if karena terdapat Al Hasan bin Qutaybah, dia (Al Hasan) adalah dhaif.

2. Diriwayatkan oleh At Thabrany dalam Al Mu’jam Al Ausath (8/216), dalam Ad Du’a (nomor 87), Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyq (8/244).

Dari jalur Ishaq bin Abdullah bin Abi Farwah, dari Muhammad bin Al Munkadir, dari Jabir bin Abdillah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama, beliau bersabda :

إن العبد ليدعو الله وهو يحبه فيقول يا جبريل اقض لعبدي هذا حاجته وأخرها فإني أحب أن أسمع صوته وإن العبد ليدعو الله وهو يبغضه فيقول الله تعالى يا جبريل اقض لعبدي حاجته بإخلاصه وعجلها له فإني أكره أن أسمع صوته

“Sesungguhnya seorang hamba ketika ia berdoa dan Allah mencintainya, maka Allah berkata kepada Jibril :

“Wahai Jibril penuhilah keperluan hamba-Ku ini dengan ditunda, karena aku mencintai dan suka mendengarkan suaranya”

Dan apabila seorang hamba berdoa kepada Allah sementara Allah membencinya, maka Allah berkata kepada Jibril :

“Wahai jibril penuhilah keperluannya dengan segera, karena aku benci mendengar suaranya”

Diriwayatkan oleh Ibnu Asakir dalam Tarikh Ad Dimasyq (8/244), dari jalur Ishaq bin Abdillah bin Abi Farwah, dari Muhammad bin Al Munkadir, dari Jabir bin Abdillah, dari Yazid Ar Raqasy, dari Anas bin Malik.

Sanad hadist ini dhaif jiddan, penyebabnya adalah seorang bernama Ishaq bin Abi Farwah, sesungguhnya ia (Ishaq) ditinggalkan hadistnya. Demikian pula dari riwayat Ibnu Asakir, terdapat Yazid Ar Raqasy, sesungguhnya ia (yazid) adalah dhaif jiddan. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al Albany rahimahullahu menyebutkan hadist ini dengan lafadz ini pula dalam Adh Dha’ifah (5/321), beliau mendhaifkan dengan dhaif jiddan.

3. Diriwayatkan oleh Al Baihaqy dalam Syu’abul Iman (7/211) dari Jalur Khudar bin Abban dan di dhaifkan oleh Al Hakim dan selainnya. Demikian pula Ad Daruquthny berbicara hal yang serupa.

Yang benar dalam bab ini adalah bahwa hadist ini diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf (6/112), telah meriwayatkan kepada kami (Ibnu Abi Syaibah) Hammad bin Salamah, dari Tsabit, dari Abdullah bin
Ubaid :

أن جبريل يوكل بالحوائج، فإذا سأل المؤمن ربه قال: احبس احبس محباً لدعائه أن يزداد، وإذا سأل الكافر قال: أعطه أعطه بغضا لدعائه

“Sesungguhnya jibril ditugaskan untuk memenuhi kebutuhan hamba, jika seorang mu’min meminta kepada Rabbnya, maka Allah berkata :

“Tunggu, tunggu, aku mencintai ketika ia meminta dan agar ia menambah doanya”

Ketika seorang kafir berdoa, Allah berkata :

“Berilah ia, berilah ia, Aku benci mendengarnya berdoa”

Sanadnya shahih hanya sampai Ubaidullah bin Ubaid, atau disebut dengan hadist Maqthu’. Sementara dalam masalah ini tidak ada ruang untuk akal dalam berpendapat. Tidaklah hal tersebut berasal kecuali berasal dari kitab Ahlul Kitab atau sesuatu yang disandarkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallama dengan sanad yang mu’dhal (terputus dua rantai sanadnya).

Kesimpulannya : Hadist diatas dhaif dan tidak bisa diamalkan.

Wallahu a’lam.

Jawaban diterjemahkan dari beberapa sumber :

1. Islamweb

2. Sahabnet

Share this:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *