Berpaling dari Orang yang Bersalah

Imam Ahmad rahimahullah  menuturkan, “ Humaid menceritakan, ‘Abul Aliyah dan seorang temanku menemuiku dan berkata, “Ayo ikut aku! Kalian lebih muda dariku dan lebih mampu menghafalkan hadits.’ Ternyata dia mengajak kami menemui Bisyr bin Ashim. Lalu ia berkata kepadanya, ‘Sampaikanlah hadits anda kepada kedua orang ini.’ Bisyr mengatakan, “Uqbah bin Amir radhiyallahu anhu menceritakan, Rasulullah ﷺ mengirim sepasukan prajurit untuk menyerang sekelompok orang. Salah seorang dari kelompok itu tertinggal. Seorang prajurit Islam mengejarnya sambil menghunus pedangnya. Pria yang ketinggalan itu mengatakan, ‘Aku orang Islam.’ Prajurit itu tak mempedulikan perkataannya dan tetap membunuhnya. Ketika berita ini sampai kepada Rasulullah ﷺ, beliau mengomentarinya dengan pedas.

Komentar ini didengar oleh prajurit pembunuh. Saat Rasulullah ﷺ berpidato, ia berseru, ‘Ya Rasulullah, ia mengatakannnya agar ia tidak dibunuh.’ Rasulullah ﷺ berpaling darinya dan dari orang-orang yang berada didekat sembari meneruskan pidatonya. Prajurit itu kembali mengatakan, ‘Ya Rasulullah, ia mengatakannya agar ia tidak dibunuh.’ Rasulullah ﷺ berpaling darinya dan dari orang-orang yang berada didekat sembari meneruskan pidatonya. Orang itu akhirnya tidak dapat menahan diri dan berseru, ‘Ya Rasulullah, ia mengatakannya agar ia tidak dibunuh.’ Rasulullah ﷺ menoleh ke arahnya dengan wajah yang memperlihatkan ketidaksukaan dan mengucapkan, “Allah ﷻ membenci orang yang membunuh orang beriman! Allah ﷻ membenci orang yang membunuh orang beriman! Allah ﷻ membenci orang yang membunuh orang beriman!”
(Al-Musnad, 5/289 dan as-Silsilah ash-shahihah, 2/309)

Imam Nasai rahimahullah meriwayatkan, ‘Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu anhu menuturkan, ‘seorang pria dari Najran menemui Rasulullah ﷺ dengan memakai cincin emas. Rasulullah ﷺ berpaling darinya dan bersabda, ‘Kamu datang menemuiku dengan membawa bara api dari neraka’
(Shahih Sunan an-Nasa’I No. 4793)

Dan Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan hadits diatas dengan lebih detail:

Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu anhu menuturkan, ‘seorang pria dari Najran menemui Rasulullah ﷺ dengan memakai cincin emas. Rasulullah ﷺ berpaling darinya dan tak menanyainya tentang apa pun. Orang itu pulang dan menemui istrinya dan menceritakan apa yang telah terjadi. Istrinya mengatakan, ‘pasti ada sesuatu yang tidak beres padamu, temuilah Rasulullah ﷺ ‘. Pria itu kembali menemuinya dengan terlebih dahulu menanggalkan cincin dan jubbah yang tadi dipakainya. Dia meminta izin menghadap Rasulullah ﷺ dan diberi izin. Dia mengucapkan salam dan beliau menjawabnya. Lalu dia bertanya, ‘Ya Rasulullah, Anda tadi berpaling dariku ketika aku menemui anda.’ Rasulullah ﷺ menjawab, ‘sebab tadi kamu datang menemuiku dengan mengenakan bara api’. Karena sebelum itu ia telah membawa banyak perhiasan dari Bahrain.’ Rasulullah ﷺ menjawab, ‘Apa yang kamu bawa hanyalah sama dengan bebatuan Harrah. Dan dia hanya sesuatu yang dipakai untuk berhias’. Pria itu mengatakan.’ Ya Rasulullah ﷺ, tolong jelaskan masalah ini kepada shahabat-shahabat anda. Jangan sampai mereka menyangka Anda membenci diriku karena sesuatu.’ Rasulullah ﷺ berdiri dan mengumumkan sikap yang telah diambilnya terhadap pria itu dikarenakan cincin emasnya
(Al-Musnad, 3/14)

Dalam riwayatnya yang lain, “ Amr bin Syu’aib menuturkan, ‘Rasulullah ﷺ melihat salah seorang shahabatnya memakai cincin emas, maka beliau berpaling. Sahabat itu membuangnya dan memakai cincin dari besi. Rasulullah ﷺ bersabda, ‘Ini keburukan. Ini perhiasan penghuni neraka.’ Sahabat itu membuangnya dan memakai cincin perak. Rasulullah ﷺ diam.” (Al-Musnad, No.163, sanadnya shahih)

Semoga bermanfaat…
Bandung, 7 Ramadhan 1436 H/24 Juni 2015

Referensi: Teknik Nabi ﷺ Dalam Mengoreksi Kesalahan Orang lain, Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid hal. 217-219

Share this:

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *